Pengertian Jenis Harga dan Kualitas Batu Split

Jayawan
5/5 (2)

Batu Split

Pengertian Jenis Harga dan Kualitas Batu Split – Kami Adalah Distributor yang Jual maupun Supply Batu Split atau Koral Untuk Kebutuhan Jabodetabek dan Sekitar nya.

Dalam sebuah proses konstruksi bangunan, baik itu gedung maupun rumah, tentunya membutuhkan banyak bahan baku. Mulai dari pasir, semen, besi, dan bahan material lainnya. Salah satu bahan yang juga tak kalah pentingnya dalam proses pembangunan adalah Batu split.

Batuan yang berbentuk seperti kerikil ini sering pula disebut dengan batu belahan. Karena memang cara menghasilkannya adalah dengan membelah bebatuan yang lebih besar menjadi ukuran kecil. Membelahnya pun bisa dengan beberapa metode, baik manual maupun menggunakan mesin industri.
Biasanya, batu tersebut menggunakan bongkahan batu kali berukuran super besar. Batu tersebut kemudian dipecahkan secara manual oleh pekerja-pekerja lokal hingga menjadi ukuran yang diinginkan. Industri yang lebih mapan, biasanya menggunakan mesin penghancur batu. Selain hasilnya lebih cepat dan banyak, kualitasnya pun relatif lebih baik dengan menggunakan mesin.

Kunjungi | Jual Pasir dan Bahan Bangunan Berkualitas

Jenis Batu Split dan Kegunaannya

Setelah batu-batuan kecil sudah didapatkan, tentunya terdapat banyak ukurannya. Jika proses pembelahan dilakukan dengan cara manual, sudah pasti ukurannya tak akan sama antara satu dengan yang lainnya.
Maka dari itu, batu split pun memiliki ragam ukuran dan jenisnya. Batu hasil pembelahan itu kemudian disortir agar bisa dikelompokkan sesuai ukurannya. Apa saja jenis bebatuan belah tersebut? Berikut daftarnya:

  1. Agregat A
    Bebatuan belah yang termasuk dalam golongan agregat A, tergolong dalam batuan sirtu. Komposisinya terdiri atas bahan pasir dan juga batu. Ukuran pasirnya berkisar antara 10 hingga 20 mm. Sedangkan batunya memiliki dua kisaran ukuran. Yakni berkisar antara 20 sampai 30 mm, serta kelompok ukuran 30 hingga 50 mm. Batu belah pada kelompok A ini umum dipakai sebagai bahan untuk melakukan pencecoran, baik untuk tembok maupun bahan campuran untuk beton.
  2. Agregat B
    Ditinjau dari segi ukuran, agregat B sangat mirip dengan kelas A. Ukurannya berkisar antara 20 sampai 50 mm sesuai kelompoknya. Hanya saja, batuan belah di kelompok B ini memiliki sedikit kandungan tanah atau lumpur. Biasanya, batu split di kelompok ini dipakai sebagai bahan untuk perbaikan jalan, maupun perkerasan aspal jalanan.
  3. Agregat C
    Batu belah di kelompok C biasa dikenal dengan batu alas oleh praktisi konstruksi. Hal ini memiliki alasan, karena batu belah di kelompok C ini sering dipakai sebagai alas bahan pengurugan tanah. Bahan pembentuk batu di kelompok ini adalah pasir abu, tanah, dan komposisi pembentuk batu lainnya.
  4. Batu Split 3/5
    Batu belah atau split yang dikategorikan 3/5 memiliki ukuran yang besar. Biasanya kelompok ini diisi dengan batu berukuran 30 hingga 50 mm. Selain digunakan untuk bahan campuran alas aspal jalanan dan material lainnya, Anda akan lebih sering melihat batu ini sebagai alas dari bantalan rel kereta untuk mengurangi getaran ketika kereta berjalan melintasinya. Selain itu, batu di kelas ini juga dipakai sebagai bahan penambah berat untuk pipa yang ditanam di dasar laut, serta bahan campuran untuk beton.
  5. Batu Split ½
    Bebatuan belah di kelompok ini ukurannya sedang-sedang saja, berkisar antara 10 sampai 20 mm. Batu di kelompok ini sangat cocok sebagai bahan tambahan untuk material cor utuk pembangunan gedung. Proyek konstruksi dengan skala kecil hingga besar sering menggunakan batu di kategori ini. Beberapa proyek yang menggunakannya seperti landas pacu lapangan terbang, dermaga pelabuhan, jembatan, dan berbagai proyek lainnya.
  6. Batu Screen
    Sering disebut dengan batu screening, bebatuan ini memiliki ukuran 5 sampai 10 mm. Cukup kecil, sehingga sering menjadi bagian dari material perkerasan jalan atau aspal. Batu di kelas ini memiliki fungsi pembentuk struktur, sehingga sering digunakan untuk pekerjaan alas aspal hingga lapis ketiga. Ukurannya yang kecil, umumnya didapatkan dengan proses pembelahan menggunakan mesin pemecah batu, alias stone crusher.
  7. Batu Abu
    Seperti namanya, batu belah atau split pada kelompok ini memiliki ukuran yang sangat kecil, 0 sampai 5 mm saja. Batu di kelas ini lebih sering dikenal dengan sebutan kerikil. Teksturnya sangat halus, tetapi masih lebih kasar dibandingkan dengan pasir. Karena bentuknya tersebut, seringkali batu abu dijadikan bahan alternatif pengganti pasir.
  8. Batu Gajah
    Berbeda dengan batu abu, batu gajah memiliki ukuran yang paling besar jika dibandingkan dengan kelompok lainnya. Umumnya, batu gajah dipakai untuk memperkuat struktur pondasi bangunan atau beton cor yang berada di kawasan dekat pantai. Misalnya, untuk reklamasi teluk, dinding penahan gelombang ombak, dan pondasi dermaga untuk pelabuhan atau jembatan rekreasional.

Baca Juga | Kualitas Harga dan Semua Tentang Pasir Cilegon

Ciri Batu Split Berkualitas

Untuk kebutuhan konstruksi, tak bisa diragukan lagi bahwa batu belah atau split sangat penting peranannya. Itu sebabnya, kekuatan hasil bangunan dapat juga dipengaruhi dengan kualitas batu belahnya.
Dari jenis-jenis batu belah atau split yang diuraikan di atas, Anda pun pasti sudah mengetahui jenis batu split mana yang kualitasnya bagus. Tentunya adalah batu dengan sedikit kandungan pasir dan abu. Itu sebabnya, split yang bagus umumnya memiliki tekstur yang keras dan tajam hasil belahan manual maupun mesin.

Jika dilihat dari fisiknya, batu belah yang baik mestinya tidak berpori. Ketiadaan pori-pori pada permukaan batu menandakan batu tersebut sangat padat hingga tak ada ruang untuk udara. Kemudian, perhatikan juga kandungan lumpurnya. Split yang baik harus memiliki kadar lumpur hanya 1% saja. Lebih dari itu, maka split harus dicuci dulu sebelum dipakai membangun atau mencampurnya dengan bahan beton.
Sejatinya, keputusan untuk menggunakan kualitas bahan material terletak pada kemampuan dan kebutuhan Anda. Tentu saja, kualitas yang tinggi dan rendah memiliki cukup banyak kelebihan dan keunggulannya masing-masing.

Jika menggunakan batu berkualitas rendah, keunggulannya adalah harga yang jauh lebih murah. Meski begitu, hasil bangunan biasanya tak bertahan lama. Misalnya, untuk pekerjaan pengaspalan jalan atau lapis ulang aspal. Batu yang berkualitas rendah dapat dengan mudah tergerus, sehingga jalanan cepat bolong atau berpasir karena permukaannya kurang kuat digerus para pengguna jalan.
Lebih parah lagi untuk pondasi bangunan rumah. Mungkin saja hasil jadi pembangunannya cukup bagus. Hanya saja, daya tahan pondasi tersebut yang kurang begitu lama. Dalam beberapa tahun kemudian, Anda akan perlu melakukan renovasi kembali akibat kualitas batu yang digunakan kurang baik.
Sementara untuk batu split yang memiliki kualitas tinggi, pastinya dijual dengan harga yang lebih mahal. Tetapi, secara keunggulan juga jauh lebih besar daripada batu dengan kualitas rendah. Hasil pekerjaan akan jauh lebih kokoh, awet, dan juga tahan terhadap berbagai terjangan cuaca.

Untuk harga jual batu belah yang berkualitas, biasanya dijual per meter persegi. Untuk setiap meter larinya, biasanya berkisar di angka Rp. 185 ribuan. Akan lebih hemat jika Anda membeli batu belah dengan metode volume. Sebab, penggunaan batu belah untuk pekerjaan biasanya dalam jumlah banyak. Untuk satu truk dengan volume 6,5 meter kubik, bisa Anda beli dengan harga Rp. 1,7 jutaan saja.
Untuk Harga Spesial untuk Volume dan Kebutuhan Banyak Silahkan Hubungi 081287030528.
Demikianlah beberapa hal mendasar untuk menambah pengetahuan Anda tentang jenis, ciri-ciri, dan kualitas batu split yang umum beredar di pasaran. Dengan mengetahuinya, Anda pun dapat menentukan jenis batu belah apa yang paling tepat untuk kebutuhan Anda.

Kualitas Konten

Silahkan Di Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.