Dinding

Dinding

Fungsi Dinding

Dinding yang bagus adalah dinding yang dapat mewakili fungsi dari sebuah ruang. Anda memerluka jenis dinding yang berbeda untuk sebuah fungsi ruang tertentu. Untuk sebuah ruang tidur dan kamar mandi , dinding berfungsi memberikan privasi kepada penghuninya. Pada muka bangunan, dinding mempunyai fungsi menampilkan sebuah keindahan dan style arsitektur yang anda inginkan . Namun secara umum , fungsi dinding sebagai berikut.

  • Sebagai penahan angin , cahaya ,serta air.
  • Sebagai pemisah antar ruang yang memiliki fungsi yang berbeda.
  • Sebagai pemisah ruang , antara ruang privat dan ruang yang bersifat semiprivate dan umum
  • Sebagai penahan kebisingan , untuk ruang – ruang yang memerlukan ambang kekedapan suara seperti hometheater atau studio.
  • Sebagai elemen estetis yang memiliki fungsi artistik.

Kunjungi Jenis Pasir Yang Bagus Untuk Tembok/Dinding | Kelebihan Pasir Putih Bangka

Jenis Dinding

1.Dinding Eksterior

Dinding eksterior adalah dinding yang berada pada luar atau mukaan bangunan. Selain harus kuat , dinding eksterior juga harus tahan terhadap cuaca dan juga indah ( sesuai dengan style arsitektur yang ingin ditampilkan ). Faktor cuaca sangat penting mengingat kita tinggal di Indonesia yang memiliki alam tropis . Curah hujan dan kelembapan udara yang tinggi dan sinar matahari yang melimpah sangat berpengaruh terhadap dinding eksterior . Oleh karena itu , pemilihan material dinding untuk eksterior perlu dipertimbangkan.

2.Dinding Interior

 

Dinding interior

Dinding Interior adalah dinding yang berada bagian dalam bangunan. Tidak harus permanen seperti dinding eksterior , dinding interior dapat juga didesain sebagai dinding yang bersifat temporer . Dengan mengunakan partisi, dinding interior lebih mudah diubah sesuai kebutuhan ruang penghuninya. Sebagai pemisah fungsi antar ruang , dinding interior memiliki fungsi sebagai elemen estesis sebuah hunian .Anda dapat mengkreasikan berbagai macam material pada dinding Anda. Yang perlu anda ingat dalam memilih material untuk dinding interior adalah komposisi dan warna. Apapun material yang Anda gunakan, sebaiknya pilihlah yang sesuai dengan style arsitektur yang ingin ditampilakan . Misalnya, Anda memilih konsep hunian bergaya tropis , sebaiknya anda memilih material dan bahan – bahan alami dan warna –warna alam seperti cokelat kayu atau hijau.

3.Dinding dengan fungsi Tertentu

Ada berbagai macam kebutuhan ruang yang memerlukan penggunaan dinding yang berbeda. Misalnya, hometheater, studio, ruang kerja dan perpustakaan. Jika Anda mempunyai hobi bermusik dan ingin mewadahi hobi Anda , tentu saja Anda membutuhkan sebuah ruang kedap suara dengan dinding dari bahan akustik.

Baca Juga | Jual Pasir Di BekasiJual pasir Di Jakarta

Material Pembentuk Dinding

Teknologi yang berkembang saat ini membawa dampak pada dunia konstruksi , begitu pula pada material pembentuk dinding . Semakin beragamnya material pembentuk dinding membuat kita perlu mengenal lebih detail sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Pastikan Anda telah memahami kelebihan dan kekurangan dari material yang akan digunakan .Jangan sampai timbul kesalahan dalam pemilihan material yang akan merugikan , baik secara materi maupun waktu.

Kunci dasar untuk dapat menentukan pilihan dinding yang tepat adalah mengetahui konsep hunian yang Anda inginkan . Jika Anda menginginkan sebuah hunian yang modern , Anda dapat menggunakan material kaca , beton , atau GRC. Namun jika Anda cenderung pada hunian bergaya tropis atau modern tropis , hendaknya Anda memilih material pembentuk dinding dari bahan kayu , bambu ,atau batu alam . Mengetahui aneka jenis material pembentuk dinding akan memberikan sebuah inspirasi desain dinding pada hunian Anda. Berikut ini akan dijelaskan aneka macam macam material pembentuk dinding berserta kelebihan dan kekurangannya.

  1. Dinding Batu Bata Merah
Dinding Bata Merah
Dinding Bata Merah

Bata merupakan bahan pembentuk dinding yang paling banyak digunakan pada rumah tinggal. Batu bata merah dibuat dari adukan tanah liat ( dengan atau tanpa bahan campuran ) yang diletakan kemudian di bakar dengan suhu tinggi . Pembuatan bata merah pada umumnya dilakukan secara manual sehingga ukuran nya pun tidak sama persis. Batu merah pada yang dipasarkan saat ini pada umunya memiliki tebal 3-5 cm, lebar 7-11 cm,panjang 17-22cm, dengan berat 3 kg lebih.

Untuk membentuk dinding diperlukan pasangan batu merah untuk perekat campuran pasir dan semen . Takaran semen dan pasir untuk dinding yang kedap air adalah 1:4 atau 1:5 ( artinya satu takaran semen dicampur dengan 4 atau 5 takaran pasir ayak ). Untuk dinding yang kedap air , seperti kamar mandi , diperlukan campuran 1:2 atau 1 :3 ( artinya 1 takaran semen dicampur dengan 2 atau 3 takaran pasir ayak ).

Memiki kelebihan :

  • Memiliki sifat kedap air sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok.
  • Kuat & lebih tahan lama.
  • Keretakan relatif jarang ditemui kecuali terjadi bencana alam , ( gempa bumi atau tanah longsor).
  • Memberikan suatu yang tepat pada ruangan (terlebih pada iklim tropis ). Pada cuaca panas,material bata merah akan mereduksi panas sehingga suhu ruangan lebih sejuk . Pada saat angina tau hujan , dinding bata tidak terlalu berpengaruh pada suhu ruang.

Memiliki Kekurangan :

  • Jika dibandingkan dengan bata ringan atau batako semen PC , bata merah lebih mahal sehingga biaya yang dikeluarkan lebih tinggi mengingat proses pembuatannya yang masih manual dan diperlukan tanah liat . Khusus agar menghasilkan bata merah yang baik.

Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan dengan material pembentuk dinding lainnya sehingga kurang efisien karena membutuhkan waktu pekerjaan yang lebih lama dan biaya pemasangan yang lebih besar.

  1. Batako Putih (Tras)
Batako Putih
Batako Putih

Batako putih adalah batu cetak yang dibuat dari campuran tras , batu kapur , dan air yang tidak dibakar seperti bata merah. Tras merupakan jenis tanah yang berasal dari lapukan batu gunung berapi. Tras berwarna putih atau putih kecoklatan. Batako putih yang ada dipasaran memiliki panjang 25-30 cm, tebal 8-10 cm. dan tinggi 14- 18 cm.

Memiliki Kelebihan :

  • Waktu pemasangan relatif lebih cepat.
  • Harga relatif lebih murah.

Memiliki Kekurangan :

  • Rapuh sehingga mudah retak

Dinding mudah retak.

  • Jenis batako ini cenderung menyerap air sehingga dapat menyebabkan kelembapan pada tembok.
  1. Dinding Batako Semen PC
batakoDinding Batako Semen PC
Dinding Batako Semen PC

Batako semen Pc merupakan batako yang dibuat dari campuran semen PC dengan pasir atau abu bata. Saat ini material pembentuk dinding ini banyak dijumpai pada rumah tinggal karena harganya yang relatif murah . Ukuran dan modelnya lebih beragam di bandingkan batako putih . Namun, batako semen PC dipasaran memiliki panjang 36-40. Tinggi 18-20 cm , dan tebal 8-10 cm.

Batako semen PC ini biasanya memiliki dua atau 3 lubang pada sisi dalam yang digunakan untuk mengisi adukan pengikat. Pada proses pembuatannya, batako jenis ini diproduksi dengan di press dengan tangan atau mesin dapat dilihat dari tekstur permukaannya. Batako yang di press menggunakan mesin memiliki tekstur permukaan yang lebih halus.

Memiliki Kelebihan :

  • Batako semen PC mempunyai sifat kedap air sehingga kecil kemungkinan terjadi rembesan air.
  • Dilihat dari segi waktu, pemasangannya relatif lebih cepat
  • Rangka beton pengakuannya lebih luas, antara 9 -12 m2.

Memiliki Kekurangan:

  • Harganya relatif lebih mahal dibandingkan batako tras.
  • Lebih murah di lubangi karena terdapat rongga pada bagian dalamnya .
  • Dinding dan Batako jenis ini mudah terjadi retak rambut.
  1. Dinding Bata Ringan ( hebel/Celcon )
Dinding Bata Ringan
Dinding Bata Ringan

Dinding bata ringan merupakan dinding dengan menggunakan teknologi erasi . Produk ini dikembangkan oleh Joseph Hebel di Jerman pada tahun 1943 dan mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1995. Bata ringan dibuat dari bahan baku pasir kuarsa, kapur, semen dan bahan pengembang yang dikatagorikan sebagai bahan – bahan untuk beton ringan. Bahan baku yang telah dicampur air dan bahan pengembang ditimbang dan diukur dalam mesin pencampur hingga menjadi adonan. Adonan tersebut kemudian dituang kedalam cetakan baja. Melalui proses kimia tercipta gas hydrogen yang membuat adonan mengembang membentuk jutaan pori – pori kecil yang membuat bata ini menjadi ringan. Proses akhirnya adalah memanggang bata dalam oven bertekanan tinggi yang disebut autoclave chamber dengan uap panas hingga suhu 183 derajat celcius.

Bata jenis ini memiliki berat lebih ringan dan permukaannya yang lebih halus. Dinding dari bahan bata ringan bisa langsung di beri acian tanpa harus diplester terlebih dahulu. Bahan yang digunakan untuk acian adalah semen instan atau semen khusus . Bata ringan memiliki ukuran 60 cm x20 cm dengan ketebalan 8-10 cm.

Memiliki Kelebihan :

  • Waktu pemasangan relatif lebih cepat
  • Rangka beton pengaku lebih luas antara 9 – 12 m2
  • Mempunyai sifat kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  • Ringan , tahan api, dan mempunyai kekedapan api yang baik.

Memiliki Kekurangan :

  • Harganya relatif lebih mahal
  • Karena tergolong jenis baru , tidak semua tukang pernah memasang bata ringan
  • Masih jarang ditemukan di took bahan bangunan kecil dan hanya dijual dalam jumlah 1 m3.
  1. Dinding Papan Fiber Semen/GRC (GlaassfibreReinforced Cement)
Dinding GRC
Dinding GRC

Dinding papan fiber semen masih jarang digunakan pada dinding rumah tinggal, tetapi saat ini sering dijumpai sebagai bahan plafon. Dinding jenis ini dapat digunakan sebagai alternatif pilihan yang lebih efisien. Papan fiber semen menggunakan serat fiber sehingga tahan terhadap gaya lentur dan tarik. Bahan ini tahan terhadap cuaca , api , jamur dan juga rayap. Jika Anda ingin menambahkan ruang dalam rumah tetapi tidak ingin repot dan cepat , papan ini juga mudah diangkat, dipotong , dibor , dilem , dicat dan dipola.

Penggunaan papan fiber menggunakan paku atau sekrup dengan jarak antar sambungan sekitar 10 mm. Bisa dipasang dengan sambungan (nat) terbuka atau tertutup. Jika menggunakan sambungan tertutup , diperlukan sealant jenis silicone atau polyutethane yang memiliki daya rekat tinggi mudah dicat , dan tingkat elastisitas yang baik agar terjadi retak dikemudian hari . rangka untuk pemasangannya dapat menggunakan kayu dan besi hollow / besi siku. Finishing permukaan dinding dengan menggunakan papan GRC tidak berbeda dengan finishing dinding pada umumnya , Anda dapat menggunakan cat atau pasangan keramik yang dipasang seperti biasa.

Memiliki Kelebihan :

  • Ringan serta memudahkan dalam pengakutannya.
  • Waktu pemasangan lebih cepat.
  • Tahan terhadap api dan rayap, jamur dan kelembapan.
  • Kedap suara.

Memiliki kekurangan :

  • Kurang kokoh sehingga mudah rusak jika terkena benturan.
  1. Dinding Kayu
Dinding Kayu
Dinding Kayu

Kayu banyak digunakan sebagai dinding pada rumah – rumah tradisional Indonesia dengan pertimbangan material yang mudah didapat dan tahan lama. Saat ini jarang sekali orang menggunakan kayu sebagai bahan bangunan rumahnya. Hal ini disebabkan harganya semakin melambung. Meskipun demikian, tidak jarang orang rela mengeluarkan biaya lebih utuk menciptakan suasana berbeda di rumahnya. Penggunaan kayu sebagai material pembentuk dinding memiliki karakter alami sehingga akan memberikan karakter alami dan nyaman pada penghuninya.

Ketika memilih kayu sebagai material pembentuk dinding , tentunya banyak hal yang menjadi pertimbangan selain menciptakan kesan alami pada ruang. Salah satunya adalah factor kekuatan . Jenis kayu yang dipilih harus kuat sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai dinding. Anda dapat menggunakan jenis kayu, seperti jati, dammar laut , meranti merah , bankirai , sono keeling atau ulin.

Kayu yang digunakan sebagai dinding biasanya berbentuk papan atau kayu bulat. Papan biasanya memiliki tebal 2-3 cm dengan rangka bata kayu berukuran 5/7 cm atau 5/10 cm. Selain papan, Anda juga bisa menggunakan kayu bulat (dolken) dengan diameter 6/10 yang pemasangannya ditumpuk horizontal ,vertical, atau diagonal. Finishing pilihan untuk dinding jenis ini adalah cat transparan (mechanic, pelitur, pinotek) untuk menampilkan permukaan kayunya.

Meiliki Kelebihan :

  • Memberikan nuansa alami.
  • Mudah dikombinasikan dengan material pembentuk dinding lainnya.
  • Mudah dibentuk dan dipasang sehingga relative lebih cepat.

Memiliki Kekurangan :

  • Mudah surut hingga cepat terjadi renggang pada sambungannya.
  • Tidak tahan terhadap rayap dan air (jenis-jenis kayu tertentu).
  • Harganya relatif mahal.
  • Mudah terbakar.
  1. Dinding Bambu
Dinding Bambu
Dinding Bambu

Diantara berbagai macam material pembentuk dinding , bambu merupakan material yang paling mudah didapat. Material ini banyak dijumpai dalam bentuk anyaman dengan berbagai macam variasi motif. Di daerah pedesaan , anyaman bambu masih banyak digunakan sebagai dinding karena harganya yang murah. Namun, saat ini , bambu tidak hanya dalam bentuk anyaman , Anda dapat menggunakan bambu utuh atau bambu yang dibelahi sebagai dinding. Salah satu jenis bambu yang sangat bagus untuk dinding (anyaman atau utuh) adalah bamboo hitam yang sering disebut bambu betung.

Pemasangnnya tidak sulit dan tidak memerlukan biaya yang mahal, hanya dengan dipaku atau digapit antar bambu dengan menggunakan tali ijuk sebagai pengikatnya. Untuk memberikan kesan alami , Anda dapat menggunakan cart trasparan (vernis atau pinotec) sebagai finishing.

Memiliki Kelebihan :

  • Dapat memunculkan kesan alami
  • Murah dan mudah di dapat.
  • Pengerjaannya mudah.

Memiki Kekurangan :

  • Mudah terkena serangan serangga.
  • Mudah terbakar.

     JAYAWAN ENTERPRISE
    TELP/FAX : 0812 8703 0528
    HP/Whatsapp : 0812 8703 0528
    Email : bangun_rumah@jayawan.com / dedentanuwijaya@gmail.com
    Alamat : Jl. Grand Nusa Indah Gandoang Rt. 03 Rw 04 Kec. Cileungsi Kab.Bogor 16820

 

Artikel Lainya

Pasang Baja Ringan

Atap Metal Berpasir

Jual Pasir

Jasa Bangun Rumah

Pemasangan Plafon & Partisi Gypsum

Kualitas Konten

Silahkan Di Share

Tinggalkan komentar