baja gif

material

PLAFON

Fungsi dinding dalam suatu bangunan adalah sebagai pembatas rumah terhadap lingkungan luar atau pun sebagai pembatas antar ruangan. Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan penyusun dinding antara lain batu bata merah, batako, bambu, kayu, triplek atau multiplek, GRC, hebel, dan pelapah kelapa atau sagu.

Masing – masing bahan tersebut dapat dikombinasikan satu dengan lainnya, misalnya papan kayu dengan anyaman bambu, bata, bata atau batako dengan papan atau anyaman bambu. Dari kombinasi tersebut muncul istilah dinding setengah tembok dengan papan, dinding setengah tembok dengan anyaman bambu (bilik), dan lain – lain.

Dinding untuk rumah panggung diperlukan bahan – bahan ringan, sedangkan untuk rumah selain panggung lebih banyak kombinasinya. Pemilihan bahan dinding ini biasanya diperlukan beberapa pertimbangan, misalnya untuk dinding pembatas ruangan hendaknya mampu meredam suara secukupnya, sedangkan dinding luar dipilih bahan yang kuat dan awet karena sering terkena air hujan serta panas matahari.

A. Ragam Dinding

Perhitungan dari masing – masing bahan penyusun dinding berbeda – beda. Berikut disajikan cara perhitungan volume pekerjaan pada dinding berdasarkan bahan penyusunnnya.

  1. Dinding Bata Merah

Batu bata atau bata merah adalah bahan bangunan yang dibuat dari cetakan adukan tanah liat dengan atau tanpa bahan campuran lainnya yang kemudian dibakar dengan suhu tinggi. Tidak semua tanah liat bisa digunakan untuk bata merah, melainkan hanya tanah – tanah tertentu dengan kandungan pasir yang cukup.

Bata merah yang biasa diperjualbelikan berukuran, tebal atau tinggi 5 cm, lebar 10 cm, panjang 20 – 24 cm, sert berat kurang dari 3 kg / biji. Kebutuhan bahan baku untuk pasangan dinding bata merah adalah pasir pasang dan semen.

Menggunakan batu bata merah atau batu bata merah atau batu bata untuk bahan dasar penyusun dinding ternyata mempunyai kekurangan dan kelebihan diantaranya sebagai berikut.

Kelebihan
1. Kedap air sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok akibat air hujan.
2. Keretakan relatif jarang terjadi.
3. Kuat dan tahan lama.

Kekurangan
1. Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan dengan batako dan bahan dinding lainnya.
2. Biaya harga lebih tinggi.

 

 

  1. Dinding Batako

Batako merupakan batu cetak yang tidak dibakar. Berdasarkan bahan bakunya, batako dibedakan menjadi dua yaitu batako putih dan batako semen. Batako putih dibuat dari campuran tras, batu kapur, dan air sehingga sering juga disebut batu cetak kapur tras. Tras merupakan jenis tanah yang berasal dari lapukan batu – batuan yang berasal dari gunung merapi. Warnanya ada yang putih dan ada juga yang putih kecoklatan. Ukuran batako adalah panjang 30 cm, tebal 8 cm, dan tinggi 14 cm.

Perhitungan pembuatan dinding dengan menggunakan batako tras per m2 adalah sebagai berikut.
1. Batako tras     = 25 buah
2. Pasir Pasang   =0,025 m3
3. Semen (50 kg) =0,215 sak

Menggunakan batako tras untuk bahan dasar penyusun dinding ternyata mempunyai kekurangan dan kelebihan di antarannya sebagai berikut.

Kelebihannya
1. Pemasangannya relatif lebih cepat.
2. Harga relatif murah

Kekurangnnya
1. Rapuh dan mudah pecah.
2. Menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembap.
3. Dinding mudah retak.

Batako semen PC dibuat dari campuran semen PC dan pasir. Ukuran dan model ini beragam dibandingkan dengan batako putih. Batako ini biasanya menggunakan dua lubang sisi yang digunakan sebagai dinding pengisi. Di pasaran, ukuran batako semen biasanya panjang 38 cm, tinggi 18 cm cm, dan tebal 8 – 10 cm. Nama lain dari batako semen adalah batako pres.
1. Batako semen = 15 buah
2. Pasir Pasang   = 0,015 m
3. Semen PC         = 0,125 sak

Menggunakan batako semen untuk bahan dasar penyusun dinding mempunyai kekurangan dan kelebihan diantaranya sebagai berikut.

Kelebihannya
1. Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinannya terjadi rembesan air.
2. Pemasangan lebih cepat.

Kekurangannya
1. Harga relatif lebih mahal.
2. Mudah terjadi retak rambut pada dinding.

 

 

  1. Dinding hebel atau bata ringan (ALC)

Dinding hebel memiliki ukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 8 cm. Bata ini cukup ringan, halus, dan memiliki tingkat kerataan yang baik sehingga bisa langsung di aci tanpa plesteran. Bahan atau acian yang biasanya menggunakan semen instan atau khsusus. Semen ini berbahan dasar pasir silika, semen, filler dan zat additive. Penggunannya hanya dicampur dengan air, tetapi dapat juga menggunakan bahan seperti pemasangan batako.

Kebutuhan bahan untuk pemasangan bata ringan per m2 adalah sebagai berikut.

1. Semen Instan =11,43 kg
2. Hebel              =8 buah
3. Air                     =0,15 – 0,16

 

 

  1. Dinding GRC ( glass fibre reinforced cement boart )

GRC adalah papan semen fiber glass yang dapat digunakan untuk interior maupun untuk area bahan seperti dapur, teras, kamar mandi, maupun untuk dinding luar.

Ukurannya yang tersedia 122 cm x 244 cm dan 60 cm x 120 cm dengan ketebalan 5 cm, 6 cm,8 cm, dan 10 cm. Untuk memasang GRC dapat menggunakan rangka kayu ukuran 4 cm x 6,5 cm x 7 cm atau menggunakan hollo (pipa besi ukuran 4 cm x 4 cm) tiap m2. Dinding GRC umumnya menggunakan 4 – 6 kayu atau hollo tergantung kerapatan rangkanya. Dinding GRC dipasang dengan menggunakan paku, sekrup, atau paku rippet. Untuk menutup sambungan antar GRC dapat menggunakan coumpond.

Penggunaan dinding GRC mempunyai beberapa kelebihan antara lain :
1. Pemasangan lebih cepat.
2. Tahan api.
3. Tahan rayap.
4. Tahan jamur.
5. Tahan Kelembapan.
6. Kedap suara.

Penggunaan dinding GRC mempunyai beberapa kekurangan antara lain :
1. Kurang kokoh
2. Mudah rusak jika terkena benturan.

 

 

 

B. Plesteran

Untuk menutup permukaan pasangan batako, bata merah, dan hebel biasanya dengan plester. Ada 2 macam plesteran yaitu plesteran biasa dan plesteran trasmam. Kebutuhan semen untuk plesteran trasman lebih banyak dibanding dengan plesteran biasa. Oleh karena plesteran trasram berfungsi untuk menahan rembasan air agar ruangan tidak lembap. Biasanya plesteran trasram dibuat setinggi 1,5 m dan sering digunakan untuk dinding kamar mandi (WC) dan tempat penyucian.

Bahan baku yang diperlukan untuk pembuatan plesteran ini adalah semen PC dan pasir pasang. Selain itu, dapat juga ditambah campuran batu kapur (gamping).

Untuk menghitung volume plesteran batu bata dan batako dikalikan dua karena plesteran dilakukan pada kedua sisi dinding luar dan dalam.

Agar dinding kelihatan lebih rata dan rapi biasanya diplester dengan acian. Penutupan plesteran menggunakan semen saja atau campuran antara semen dengan mil. Perbandingan 1 : 2 hingga 1 : 5. Agar kualitas acian sempurna, pemberian acian dilakukan setelah 2 -3 hari umur plesteran. Dengan waktu tersebut diperkirakan plesteran sudah kering.

Kemampuan seorang tukang dibantu dengan satu pekerja atau kenek untuk mengerjakan plesteran adalah 12 m2 per hari, sedangkan kemampuan tukang untuk mengerjakan pekerjaan acian adalah 12 – 16 m2 per hari.

 

 

CV. JAYAWAN
TELP/FAX 021-22950276
HP/Whatsapp 0812 8703 0528
Email bangun_rumah@jayawan.com / dedentanuwijaya@gmail.com
Alamat Jl. Grand Nusa Indah   Gandoang Rt. 03 Rw 04 Kec.    Cileungsi Kab.Bogor 16820

 

Artikel Lainya

Pasang Baja Ringan

Atap Metal Berpasir

Jual Pasir

Jasa Bangun Rumah

Pemasangan Plafon & Partisi Gypsum

 

Silahkan Di Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.